I’rab Surah Al-Fatihah Ayat 2

Setelah memahami struktur gramatik atau i’rab ayat pertama dari Surah Al-Fatihah, kini kita beralih ke ayat berikutnya. الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ (2) Ayat kedua ini menegaskan bahwa segala bentuk pujian dan sanjungan yang sempurna hanya layak ditujukan kepada Allah semata. Dari sisi nahwu dan i’rab, susunannya menampilkan harmoni antara makna tauhid dan keindahan struktur bahasa … Read more

I’rab Surah Al-Fatihah Ayat 1

Mari kita analsis gramatika atau I’rab Surah Al-Fatihah Ayat pertama yang berbunyi:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (1)

Kalimat pembuka ini dikenal sebagai basmalah. Dalam i’rab, setiap katanya memiliki fungsi dan kedudukan tertentu yang memperlihatkan keindahan struktur bahasa Arab. Berikut penjelasan singkatnya.

Analisis I’rab

{بِسْمِ}: جارّ ومجرور، متعلق بفعل محذوف تقديره: أبدأ أو بدأت، وحُذِفَت الألف لكثرة الاستعمال.
[أو أن شبه الجملة متعلق بمحذوف خبر، والمبتدأ محذوف تقديره: ابتدائي].
{اللهِ}: لفظ الجلالة مضاف إليه مجرور.
{الرَّحْمنِ}: نعت مجرور للفظ الجلالة.
{الرَّحِيمِ}: نعت ثانٍ مجرور.
والجملة الفعلية (أبدأ بسم الله) ابتدائية.

{بِسْمِ} adalah gabungan dari huruf ba’ (yang menunjukkan makna “dengan”) dan kata ism (nama). Secara gramatikal, keduanya disebut jar dan majrur, dan kedudukannya terkait dengan fi‘il mahzuf (kata kerja yang dihilangkan) dengan taksiran “abda’u” atau “aku memulai”. Huruf alif pada kata ism dihapus karena sering digunakan dalam bacaan basmalah.

Sebagian ahli nahwu berpendapat bahwa frasa bismi dapat pula dianggap sebagai syibhul jumlah (frasa preposisional) yang menjadi khabar dari mubtada yang tersembunyi, dengan taksiran: “ibtida’i bismi Allah” — “permulaanku dengan nama Allah”.

{اللهِ} adalah lafzhul jalalah (nama Allah) yang berfungsi sebagai mudhaf ilaih dan dibaca majrur karena dihubungkan dengan kata sebelumnya.

{الرَّحْمنِ} berfungsi sebagai na‘t (sifat) bagi lafzhul jalalah, demikian pula {الرَّحِيمِ} yang menjadi na‘t tsani (sifat kedua). Kedua kata ini menjelaskan sifat-sifat Allah yang penuh kasih dan rahmat.

Makna Keseluruhan

Susunan “Abda’u bismi Allahi ar-Rahmani ar-Rahim” bermakna: “Aku memulai dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Dengan demikian, basmalah bukan hanya pembuka formal, tetapi juga pernyataan niat, pengharapan, dan keberkahan. Secara nahwu dan i’rab, struktur ini memperlihatkan kesempurnaan bahasa Arab yang mampu menggabungkan keindahan bentuk dan kedalaman makna.

Lanjut ke I’rab Surah Al-Fatihah Ayat 2

Pengertian Wadho dalam Ilmu Nahwu

Apa sebenernya maksud Wadho dalam definis kalam, yuk ketahui secara mendalam. Ketika para ulama nahwu membahas definisi الكلام dalam bab kalam mereka menyisipkan satu kata kunci yang sering menimbulkan perdebatan, yaitu istilah al-Wadh’i الوَضْع. Kata Wadho’ ini bukan sekadar tambahan sebagai hiasan, melainkan syarat pokok yang menentukan apakah suatu rangkaian kata sah disebut Kalam menurut ahli … Read more

Mengenal Kitab Matn Al-Jurumiyah

Ilmu nahwu menjadi fondasi penting dalam memahami bahasa Arab. Dari sinilah seseorang bisa membaca Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab ulama dengan tepat tanpa tergelincir kesalahan makna. Dalam tradisi keilmuan Islam, ada satu kitab ringkas yang menempati posisi istimewa: Matn al-Ājurūmiyyah. Kitab ini sudah berabad-abad dipelajari, dihafalkan, dan diajarkan dari generasi ke generasi. Banyak pesantren dan madrasah … Read more

Jumlah Ismiyah dan Contoh-contohnya

Memahami pengertian dan contoh Jumlah Ismiyah dalam Nahwu sangat penting karena hal ini berkaitan dengan peng-i’rab-an. Dengan memahami konsep الجملة الاسمية (jumlah ismiyyah), kita dapat membedakan struktur kalimat dalam bahasa Arab serta mengetahui fungsi unsur-unsurnya. Jumlah ismiyyah menjadi fondasi utama dalam membangun makna yang jelas dalam kalimat. Definisi Jumlah Ismiyah Sebelum masuk pada rincian, mari … Read more

Jumlah Ṣughra dan Kubra

Jumlah Ṣughra dan Jumlah Kubra adalah pembagian Jumlah berdasarkan tingkatan Jumlah yang dikandungnya. Sebelumnya kita membahas Jumlah Ismiyyah dan Fi’liyah yaitu pembagian berdasarkan Shadar atau intinya dan Jumlah dzatu wajhain. Kali ini kita akan membahas pembagian Jumlah menurut skala maknanya: apakah Ṣughra (صُغْرَى) atau Kubra (كُبْرَى). Pembagian ini membantu kita melihat inti makna Jumlah dan … Read more

Pembagian Jumlah dalam Nahwu

Pembagian Jumlah dapat didasarkan pada permulaan sususan kata tersebut. Setelah mengetahui pengertian Jumlah dalam Nahwu, mari kita kaji pembagiannya. Jumlah dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan unsur yang menjadi inti atau ‘penggerak’ kalimat. Kajian ini membantu pemula memahami bagaimana kalimat Arab terbentuk dari kata benda, kata kerja, atau kata keterangan sebagai inti kalimat. Selanjutnya, kita … Read more

Pengertian Jumlah dalam Nahwu

Al-Jumlah (الجملة) adalah unit bahasa Arab yang membentuk kalimat utuh. Kajian ini penting agar pemula dapat memahami bagaimana kata-kata tersusun menjadi makna yang jelas. Sebelum membahas secara komprehensif terkait jumlah ini, ada baiknya menilik kembali Kalimah dan hubungannya dengan Jumlah yang telah diuraikan sebelumnya. Definisi dan Batasan Jumlah Pada dasarnya, al-Jumlah adalah ucapan tersusun yang … Read more

Hubungan Kalam dan Jumlah dalam Bahasa Arab

Dalam bahasa Arab, setiap ucapan atau kalimat memiliki makna dan struktur tertentu. Untuk memahami cara kerja bahasa ini, penting bagi pelajar mengenal hubungan antara al-Kalām (perkataan/ucapan) dan al-Jumlah (kesatuan kata atau kalimat). Meskipun keduanya tampak mirip, kajian para ahli bahasa menunjukkan adanya perbedaan dan persamaan yang penting untuk dipahami. Kajian ini menjelaskan bahwa setiap al-Kalām … Read more

Al-Kalam dalam Nahwu

Bahasa Arab merupakan bahasa yang kaya akan struktur dan makna. Agar mampu memahami dan menggunakan bahasa ini dengan tepat, seorang pelajar perlu mengenal dasar-dasarnya, yakni ilmu Nahwu dan ilmu Al-Kalām. Nahwu membahas aturan kata dan kalimat, termasuk tanda gramatikal (i‘rāb) dan bentuk kata (binā’), sementara Al-Kalām berfokus pada makna dan tujuan ucapan, baik yang tertulis … Read more