Jumlah Ṣughra dan Jumlah Kubra adalah pembagian Jumlah berdasarkan tingkatan Jumlah yang dikandungnya.
Sebelumnya kita membahas Jumlah Ismiyyah dan Fi’liyah yaitu pembagian berdasarkan Shadar atau intinya dan Jumlah dzatu wajhain. Kali ini kita akan membahas pembagian Jumlah menurut skala maknanya: apakah Ṣughra (صُغْرَى) atau Kubra (كُبْرَى).
Pembagian ini membantu kita melihat inti makna Jumlah dan bagian tambahan di dalamnya.
Definisi Ṣughra dan Kubra
Dalam bahasa Arab, Jumlah dapat dibagi menjadi dua tingkatan: ada yang menjadi makna utama (**Kubra**) dan ada yang berfungsi sebagai pelengkap (**Ṣughra**). Berikut penjelasan dan contohnya:
{ثُمَّ} الْجُمْلَةُ بِالنِّسْبَةِ إِلَى الْوَصْفِيَّةِ وَعَدَمِهَا، قِسْمَانِ:
لِأَنَّهَا: {إِنْ بُنِيَتْ عَلَى مُبْتَدَأٍ}، بِأَنْ وَقَعَتْ خَبَرًا عَنْهُ، كَزَيْدٌ قَامَ أَبُوهُ، أَبُو أَبِيهِ قَائِمٌ – {فَصُغْرَى}، أَيْ تُسَمَّى ذَلِكَ.
{أَوْ: أُخْبِرَ عَنْهُ بِجُمْلَةٍ}، اسْمِيَّةٍ أَوْ فِعْلِيَّةٍ – {فَكُبْرَى} كَذَلِكَ.
Jumlah **Ṣughra** adalah bagian pelengkap atau penjelas dari inti Jumlah, misal: زيد قام أبوه → Zaid berdiri, ayahnya.
Jumlah **Kubra** adalah Jumlah yang berdiri sebagai makna utama dan berdiri sendiri sebagai subjek atau inti informasi.
Contoh Jumlah Ṣughra dan Kubra
Berikut contoh untuk memahami perbedaan Ṣughra dan Kubra:
وَقَدْ تَكُونُ الْجُمْلَةُ كُبْرَى وَصُغْرَى بِاعْتِبَارَيْنِ، نَحْوُ: زَيْدٌ أَبُوهُ غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ. فَمَجْمُوعُ هَذَا الْكَلَامِ جُمْلَةٌ كُبْرَى لَا غَيْرُ، وَ(غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ) صُغْرَى لَا غَيْرُ، وَ(أَبُوهُ غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ) كُبْرَى بِاعْتِبَارِ (غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ)، صُغْرَى بِاعْتِبَارِ جُمْلَةِ الْكَلَامِ.
Beberapa Jumlah dapat memiliki **dua tingkatan sekaligus**:
– Contoh: زيد أبوه غلامه منطلق
– Seluruh Jumlah → **Kubra**, sebagai makna utama.
– غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ → **Ṣughra**, sebagai pelengkap atau penjelas.
– أبوه غلامه منطلق → bisa dianggap **Kubra** atau **Ṣughra** tergantung fokus analisis.
| Pembagian Jumlah | Berdasarkan | Contoh Arab | Terjemahan / Penjelasan |
|---|---|---|---|
| Jumlah Ṣughra | Skala makna / hubungan pelengkap dengan inti | غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ | Bagian pelengkap atau penjelas dari Jumlah utama. |
| Jumlah Kubra | Skala makna / inti makna utama | زَيْدٌ أَبُوهُ غُلاَمُهُ مُنْطَلِقٌ | Jumlah yang berdiri sebagai makna utama. |
| Jumlah Ismiyah | Jenis inti Jumlah: al-Ṣadr berupa isim (kata benda) | زَيْدٌ قَائِمٌ | Jumlah dengan inti berupa isim; biasanya مبتدأ dan خبر. |
| Jumlah Fi‘liyah | Jenis inti Jumlah: al-Ṣadr berupa fi‘l (kata kerja) | قَامَ زَيْدٌ | Jumlah dengan inti berupa fi‘l; biasanya فعل وفاعل. |
| Jumlah Zarfiyah | Jenis inti Jumlah: al-Ṣadr berupa zarf (keterangan) | فِي الدَّارِ زَيْدٌ | Jumlah dengan inti berupa zarf; bisa menunjukkan tempat atau waktu. |
Kesimpulan
Memahami Jumlah Ṣughra dan Kubra sangat penting untuk membaca dan memahami struktur Jumlah Arab.
Ṣughra menunjukkan bagian pelengkap, sedangkan Kubra adalah inti makna. Pembagian ini juga membantu memahami Jumlah dzatu wajhain, di mana satu Jumlah bisa memiliki dua wajah sekaligus.