Murakkab ‘Athfi

المركب العطفي

Seperti diketahui, bahwa tarkib atau murakkab memiliki enam jenis. Pada materi kali ini kita akan membahas jenis murakkab yang ke-4.

Al-murakkab al-‘athfi adalah susunan dua kata atau lebih yang dihubungkan oleh huruf ‘athaf (huruf penghubung), di mana unsur kedua mengikuti unsur pertama dalam hukum i‘rab-nya.

المركَّب العطفيُّ ما تألف من المعطوف والمعطوف عليه، بِتوسُّط حرف العطف بينهما.

Artinya, susunan ini terbentuk dari dua unsur utama: ma‘thuf (kata yang dihubungkan) dan ma‘thuf ‘alayh (kata yang menjadi sandarannya), yang diikat oleh harf ‘athaf seperti wa (dan), fa (maka), atau thumma (kemudian).

ينالُ التلميذُ والتلميذةُ الحمدَ والثَّناء، إذا ثابرا على الدرس والاجتهاد.

Contoh tarkib ‘athaf:

  • ينالُ التلميذُ والتلميذةُ الحمدَ والثناءَ — murid laki-laki dan perempuan memperoleh pujian dan sanjungan,
  • إذا ثابرا على الدرس والاجتهاد — apabila keduanya tekun belajar dan bersungguh-sungguh.

Pada contoh di atas, kata التلميذةُ adalah ma‘thuf yang mengikuti التلميذُ sebagai ma‘thuf ‘alaih, dihubungkan oleh huruf ‘athaf seperti و atau sejenisnya. Karena kata pertama berstatus marfu‘, maka kata kedua pun mengikuti dalam keadaan yang sama.

وحُكمُ ما بعدَ حرف العطف أن يتبعَ ما قبله في إعرابه كما رأيتَ.

Dengan demikian, hukum utama murakkab ‘athfi adalah bahwa kata setelah huruf penghubung wajib mengikuti kedudukan gramatikal kata sebelumnya, baik dalam keadaan raf‘, nasb, maupun jar.

Kesimpulan

Murakkab ‘athfi berfungsi menyambungkan dua unsur kalimat dengan makna koordinatif yang sejajar. Huruf penghubung seperti wa, fa, dan thumma menjadi tanda utamanya.

Dalam tarkib ini, unsur kedua selalu menyesuaikan posisi dan i‘rab unsur pertama, menunjukkan kesetaraan makna dan struktur dalam kalimat Arab.