Murakkab Bayani

المركب البياني

Al-murakkab al-bayani adalah susunan dua kata di mana kata kedua berfungsi menjelaskan atau memperjelas makna kata pertama.

Jenis murakkab ini tidak menambahkan subjek baru, melainkan menegaskan, menerangkan, atau mengganti unsur sebelumnya agar maknanya lebih lengkap.

المركَّبُ البياني كلُّ كلمتين كانت ثانيتُهما مُوضحةً معنى الأولى.

Secara umum, murakkab bayani terbagi menjadi tiga bentuk utama:

1. Murakkab Washfi (Susunan Sifat)

Yaitu susunan yang terdiri dari na‘t (sifat) dan man‘ut (yang disifati).
Kata sifat menerangkan keadaan kata yang disifati, dan keduanya selalu mengikuti hukum i‘rab yang sama.

فاز التلميذُ المجتهدُ. أكرمتُ التلميذَ المجتهدَ. طابت أخلاقُ التلميذِ المجتهدِ.

Contoh:

  • فاز التلميذُ المجتهدُ — murid yang rajin itu berhasil.
  • أكرمتُ التلميذَ المجتهدَ — aku menghormati murid yang rajin.
  • طابت أخلاقُ التلميذِ المجتهدِ — baiklah akhlak murid yang rajin itu.

Dalam ketiga contoh, kata المجتهد berfungsi sebagai sifat yang mengikuti keadaan kata sebelumnya dalam hal i‘rab.

2. Murakkab Tawqidi (Susunan Penegasan)

Yaitu susunan yang terdiri dari mu’akkid (penegas) dan mu’akkad (yang ditegaskan).
Fungsi utamanya adalah memperkuat makna agar lebih jelas atau meyakinkan.

جاء القومُ كلُّهُم. أكرمتُ القومَ كلَّهم. أحسنتُ إلى القومِ كلِّهم.

Contoh:

  • جاء القومُ كلُّهُم — seluruh kaum itu datang.
  • أكرمتُ القومَ كلَّهم — aku memuliakan seluruh kaum itu.
  • أحسنتُ إلى القومِ كلِّهم — aku berbuat baik kepada seluruh kaum itu.

Kata كلّ berfungsi menegaskan makna keseluruhan dari kata sebelumnya, mengikuti i‘rab yang sama dengannya.

3. Murakkab Badali (Susunan Pengganti)

Yaitu susunan yang terdiri dari badal (pengganti) dan mubdal minhu (yang digantikan).
Bagian kedua menjelaskan bagian pertama dengan makna penggantian, penjelasan, atau penjabaran.

جاء خليلٌ أخوك. رأيتُ خليلاً أخاك. مررتُ بخليلٍ أخيك.

Contoh:

  • جاء خليلٌ أخوك — datanglah Khalil, saudaramu.
  • رأيتُ خليلاً أخاك — aku melihat Khalil, saudaramu.
  • مررتُ بخليلٍ أخيك — aku melewati Khalil, saudaramu.

Dalam setiap contoh, kata kedua menjelaskan kata pertama dan mengikuti hukum i‘rab-nya secara penuh.

وحكمُ الجزء الثاني من المركَب البياني أن يتبعَ ما قبله فى إعرابه كما رأيتَ.

Perbedaan Tarkib Washfi, Taukid dan Badal

Ketiganya merupakan susunan Bayani. Perbedaan ketiga jenis murakkab bayani ini secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tarkib Washfi (susunan sifat)

Hubungan antara dua kata: yang disifati dan sifatnya.

Fungsi: menjelaskan sifat atau keadaan kata pertama.

Contoh: التلميذُ المجتهدُ — murid yang rajin.

Tarkib Tauqidi (susunan penegasan)

Hubungan antara dua kata: yang ditegaskan dan penegasnya.

Fungsi: menegaskan atau memperkuat makna kata pertama.

Contoh: جاء القومُ كلُّهم — seluruh kaum itu datang.

Tarkib Badali (susunan pengganti)

Hubungan antara dua kata: yang digantikan dan penggantinya.

Fungsi: menjelaskan, mengganti, atau merinci kata pertama.

Contoh: جاء خليلٌ أخوك — datanglah Khalil, saudaramu.

Singkatnya:

  • Washfi menjelaskan sifat,
  • Tawqidi menegaskan makna,
  • Badali mengganti atau menjelaskan identitas.

Kesimpulan

Secara ringkas, murakkab bayani mencakup tiga pola utama: washfi (sifat), taukidi (penegasan), dan badali (pengganti).
Ciri khasnya adalah bahwa unsur kedua selalu mengikuti unsur pertama dalam bentuk dan kedudukan i‘rab.

Susunan ini banyak muncul dalam Al-Qur’an dan teks klasik Arab untuk memberikan kejelasan, ketegasan, dan keindahan makna yang lebih sempurna.