المركب الإضافي
Al-murakkab al-idhafi adalah jenis kedua dari kajian Murakkab. Murakkab idhafi adalah susunan kata yang terdiri dari dua unsur: mudhaf (kata yang disandarkan) dan mudhaf ilayh (kata yang menjadi sandaran).
Susunan ini disebut juga frasa idhafah dalam tata bahasa Arab.
Contohnya seperti:
- كتاب التلميذ — buku milik murid.
- خاتم فضةٍ — cincin perak.
- صوم النهار — puasa siang hari.
Pada setiap contoh di atas, bagian pertama (mudhaf) disandarkan kepada bagian kedua (mudhaf ilayh) untuk membentuk makna kepemilikan, hubungan, atau keterangan tertentu. I’rab Mudhaf mengikuti pada posisinya dalam struktur kalimat.
Bagian kedua (mudhaf ilayh) selalu dalam keadaan majrur (dibaca Jar) sebagai tanda hubungan idhafah.
Perbedaan antara Murakkab Isnadi dan Murakkab Idhafi
Kedua jenis murakkab ini sama-sama merupakan susunan kata dalam bahasa Arab, namun keduanya berbeda dari sisi fungsi dan bentuk i‘rab.
- Murakkab Isnadi adalah susunan yang membentuk kalimat sempurna, karena di dalamnya terdapat dua unsur utama: musnad (yang diberi hukum) dan musnad ilayh (yang dikenai hukum).
Contoh: الحقُ واضحٌ — kebenaran itu jelas.
Dalam susunan ini, umumnya keduanya dibaca rafa’. Selian itu kalimat memberi informasi atau penetapan suatu sifat terhadap subjek. - Murakkab Idhafi tidak membentuk kalimat sempurna, melainkan hanya frasa yang menunjukkan hubungan antara dua kata, biasanya berupa kepemilikan, keterangan, atau penjelasan.
Contoh: كتابُ اللهِ — Kitab Allah.
Kata pertama (mudhaf) disandarkan pada kata kedua (mudhaf ilayh), dan unsur kedua selalu majrur.
Perbedaan utama keduanya terletak pada kelengkapan makna:
- Murakkab Isnadi menghasilkan makna yang sempurna dan dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.
- Murakkab Idhafi hanya menghasilkan makna tambahan atau hubungan, dan tidak bisa berdiri sendiri tanpa konteks tambahan.
Kesimpulan
Dengan demikian, murakkab idhafi adalah bentuk konstruksi yang menunjukkan hubungan antara dua kata, di mana kata pertama menerangkan atau disandarkan pada kata kedua.
Pemahaman terhadap jenis ini sangat penting dalam i‘rab karena posisi mudhaf ilayh selalu majrur, dan mudhaf biasanya tidak boleh diakhiri dengan tanwin atau disertai alif lam.
Struktur ini menjadi fondasi utama dalam banyak frasa bahasa Arab, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam kalimat sehari-hari.