المركبات وأنواعها وإعرابها
Dalam ilmu nahwu, istilah murakkab (المُركب) merujuk pada ungkapan yang terdiri dari dua kata atau lebih dan membentuk satu kesatuan makna. Susunan seperti ini disebut “terangkai” karena antara satu kata dan lainnya memiliki hubungan makna yang saling melengkapi.
Secara sederhana, murakkab adalah rangkaian kata yang memberi faedah makna, baik maknanya sempurna (kalimat utuh) maupun belum sempurna (frasa).
Contohnya:
- Kalimat sempurna: النجاةُ في الصدقِ — keselamatan ada dalam kejujuran.
- Kalimat tidak sempurna: نورُ الشمسِ (cahaya matahari), الإنسانيةُ الفاضلةُ (kemanusiaan yang luhur), إن تُتقِن عملك (jika engkau menyempurnakan pekerjaanmu).
Jenis-Jenis Murakkab
Para ulama nahwu membagi murakkab menjadi enam jenis utama. Masing-masing memiliki struktur dan cara i‘rab tersendiri.
- Murakkab Isnadi — susunan yang membentuk kalimat sempurna, terdiri dari mubtada’ dan khabar, seperti اللهُ غفورٌ.
- Murakkab Idhafi — susunan yang menunjukkan kepemilikan atau hubungan, seperti كتابُ اللهِ (kitab Allah).
- Murakkab ‘Athfi — susunan yang dihubungkan dengan huruf penghubung (‘athf), seperti زيدٌ وعمروٌ.
- Murakkab Mizaji — dua kata yang menyatu seakan menjadi satu nama, misalnya بعلبكّ (Baalbek).
- Murakkab ‘Adadi — susunan bilangan seperti خمسةَ عشرَ (lima belas).
- Murakkab Tarkibi — istilah umum bagi setiap susunan kata yang menimbulkan makna tertentu dalam konteks kalimat.
Setiap jenis murakkab memiliki pola i‘rab yang khas.
Misalnya, murakkab isnadi umumnya bersifat raf‘ pada kedua unsurnya, sedangkan murakkab idhafi menempatkan unsur kedua dalam keadaan majrur.
Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa murakkab adalah konsep penting dalam memahami struktur kalimat Arab.
Dengan mengenali jenis-jenisnya — seperti isnadi, idhafi, athfi, mizaji, dan ‘adadi — kita dapat memahami hubungan antar kata secara lebih tepat.
Pemahaman ini menjadi dasar dalam menyingkap keindahan bahasa Arab yang berpadu antara fungsi gramatik, makna, dan ketelitian struktur.