المبني والمعرب وأنواع البناء
Dalam ilmu nahwu, setiap kata bahasa Arab terbagi menjadi dua kelompok besar: mu‘rab (yang berubah akhir katanya karena pengaruh ‘amil) dan mabni (yang tetap, tidak berubah bentuk akhirnya meski berubah posisi dalam kalimat).
Kata yang mu‘rab adalah kata yang akhirannya dapat berubah mengikuti posisi dalam kalimat — seperti perubahan harakat pada isim dan fi‘il mudhari‘.
Sementara itu, kata yang mabni memiliki bentuk akhir yang tetap, tidak berubah meskipun mengalami variasi posisi atau fungsi dalam kalimat.
Contoh kata mabni antara lain:
هٰذِهِ، أَيْنَ، مَنْ، كَتَبَ، اكْتُبْ.
Adapun kelompok kata yang termasuk mabni meliputi:
- Semua huruf (حروف).
- Fi‘il madhi (kata kerja lampau) dan fi‘il amr (kata perintah), keduanya selalu mabni.
- Fi‘il mudhari‘ yang bersambung dengan salah satu dari dua nun: nun taukid atau nun niswa.
- Beberapa isim tertentu yang secara pengecualian termasuk mabni.
Secara kaidah, asal dari huruf dan fi‘il adalah bina’ (tetap bentuknya), sedangkan asal dari isim adalah i‘rab (berubah bentuk akhirnya).
Jenis-Jenis Bina’ (Anwa‘ al-Bina’)
Kata yang mabni memiliki empat jenis bina’ (pola tetap) berdasarkan tanda akhir katanya:
- Bina’ atas sukun: seperti اكتبْ dan لمْ.
- Bina’ atas dhammah: seperti حيثُ dan كتبوا.
- Bina’ atas fathah: seperti كتبَ dan أينَ.
- Bina’ atas kasrah: seperti هؤلاءِ dan huruf باء dalam بسمِ الله.
Dengan demikian, jenis-jenis bina’ ada empat: sukun, dhammah, fathah, dan kasrah.
Mengetahui pada tanda apa sebuah kata dibangun (apakah pada sukun, dhammah, fathah, atau kasrah) hanya dapat ditentukan melalui sima‘ (riwayat lisan) dan naql sahih (transmisi yang valid dari ahli bahasa).
Karena itu, tidak ada kaidah tetap yang bisa dijadikan patokan pasti selain mengikuti periwayatan yang benar dari ahli bahasa Arab klasik.
Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa sistem bina’ dan i‘rab adalah fondasi utama dalam gramatika Arab.
Kata-kata mu‘rab menunjukkan fleksibilitas makna sesuai posisi, sementara kata-kata mabni menunjukkan kestabilan bentuk untuk kejelasan fungsi.
Keseimbangan keduanya menjadikan bahasa Arab sangat presisi, teratur, dan tetap indah dalam struktur maupun makna.