Macam I’rab dan Alamatnya

أنواع الإعراب وعلاماته

Dalam pembahasan ilmu nahwu, salah satu hal mendasar yang harus dipahami adalah i‘rab — perubahan harakat pada akhir kata yang menunjukkan fungsi gramatikalnya dalam kalimat.

Para ulama menjelaskan bahwa perubahan ini menjadi kunci untuk memahami makna yang benar dari sebuah kalimat bahasa Arab.

أنواع الإعراب أربعة: الرفع، والنصب، والجرّ، والجزم.

Jenis-jenis i‘rab ada empat: rafa‘ (رفع), nashb (نصب), jar (جرّ), dan jazm (جزم).

Kata kerja (fi‘l) yang bersifat mu‘rab akan berubah di akhirnya karena pengaruh ketiga tanda tersebut. Contohnya:

يكتُبُ – ولن يكتبَ – ولم يكتبْ

Kata yaktubu dalam bentuk raf‘, berubah menjadi lan yaktuba saat nashb, dan menjadi lam yaktub saat jazm.

Begitu juga dengan kata benda (ism) yang bersifat mu‘rab, akan mengalami perubahan pada akhir katanya karena raf‘, nashb, atau jar.
Contohnya:

العلمُ نافعٌ – رأيتُ العلمَ نافعاً – اشتغلتُ بالعلمِ النافعِ

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa:

  • Raf‘ dan nashb berlaku untuk kata kerja maupun kata benda yang mu‘rab.
  • Jazm hanya khusus untuk kata kerja.
  • Jar hanya berlaku untuk kata benda.

Tanda-Tanda I’rab علامات الإعراب

Tanda i‘rab (‘alamat al-i‘rab) adalah tanda yang menunjukkan posisi suatu kata dalam kalimat. Tanda-tanda ini bisa berupa harakat, huruf, atau pembuangan (penghilangan huruf atau harakat).

علامةُ الإعراب حركةٌ أو حرفٌ أو حذفٌ.

Pertama, harakat (الحركات) ada tiga:

  • Ḍammah (الضمة) sebagai tanda raf‘.
  • Fatḥah (الفتحة) sebagai tanda nashb.
  • Kasrah (الكسرة) sebagai tanda jar.

Kedua, huruf (الأحرف) ada empat: alif, nun, wau, dan ya’. Huruf-huruf ini berfungsi sebagai tanda i‘rab pada beberapa jenis kata, seperti dalam bentuk jamak dan isim yang termasuk kategori asmaa’ al-khamsah.

Ketiga, pembuangan (الحذف) meliputi tiga bentuk:

  • Penghilangan harakat, disebut sukun.
  • Penghilangan huruf terakhir pada kata kerja.
  • Penghilangan huruf nun dalam fi‘l mudhari‘ yang bersambung dengan dhamir jamak atau tasniyah.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem i‘rab dalam bahasa Arab bukan sekadar aturan teknis, tetapi struktur yang menjaga kejelasan makna dan keindahan bahasa.
Melalui raf‘, nashb, jar, dan jazm, setiap perubahan harakat menunjukkan fungsi kata secara akurat di dalam kalimat — menjadikan bahasa Arab tetap presisi, ekspresif, dan penuh keindahan.